Selasa, 12 Desember 2017  
LifeStyle / Empat Pengaruh Buruk Kartu Kredit, Jangan Terjebak !
Empat Pengaruh Buruk Kartu Kredit, Jangan Terjebak !

LifeStyle - - Kamis, 12/10/2017 - 08:06:51 WIB

Situsriau. com-Alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.

Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.

Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.

Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansir Businessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab

Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.

Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa

Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk

Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan

Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal.(sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved