Minggu, 18 November 2018  
LifeStyle / Salat Idul Adha harus Digelar di Lapangan atau di Masjid ?
Salat Idul Adha harus Digelar di Lapangan atau di Masjid ?

LifeStyle - - Sabtu, 11/08/2018 - 12:08:53 WIB

PEKANBARU, situsriau.com-Sebentar lagi, tepat pada 10 Dzulhijjah, Hari raya Idul Adha akan diperingati oleh umat muslim se dunia. Umat muslim disunahkan untuk melaksanakan salat sunah Idul Adha.

Salat Idul Adha dapat dilakukan setelah matahari terbit hingga masuk waktu zuhur. Umat muslim dapat melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah dan sendiri atau munfarid.

Nah, apakah salat Idul Adha digelar di Lapangan atau di Masjid?

Dalam praktiknya, ada umat Muslim yang mengerjakan salat Iduladha di masjid, ada juga yang mengerjakan di tanah lapang atau lapangan.

Dalam syariat Islam, sebenarnya mana yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, mengerjakan di masjid atau lapangan?

Salat Id atau hari raya adalah bentuk syi'ar atau kemuliaan dalam Islam, atau lambang betapa tingginya Allah SWT.

Ketika menjumpai datangnya dua hari perayaan Islam, Idulfitri dan Iduladha, Rasulullah Muhammad SAW, ternyata melaksanakannya di tanah lapang.

Dan ketika Rasulullah wafat, para sahabat pun mengerjakannya di lapangan.

Dikutip dari laman muslim.or.id, Imam Ibnul Haaj al Maliki berkata, “Sunnah yang telah berlangsung (sejak dulu) dalam (pelaksanaan) shalat ‘Ied (hari raya) adalah dilaksanakan di mushalla (tanah lapang), karena Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali (shalat) di al-Masjidil Haram."

Nah, dari penjelasan itu bisa dijadikan dalil bahwa Rasulullah selalu mengerjakan salat iduldaha di tanah lapang, bukan di masjid.

Dalil lain yang menjelaskan bahwa Rasulullah mengerjakan salat iduladha di luar masjid atau tanah lapang adalah penjelasan Abu Sa'id al Khudri.

Dia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam keluar (untuk melaksanakan shalat) pada hari raya ‘Iedul fithr dan ‘Iedul adha menuju tanah lapang, maka yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat ’Ied, kamudian setelah selesai beliau Shallallahu’alaihi Wasallam berdiri (untuk berkhutbah) di hadapan kaum muslimin dan mereka (tetap) duduk di shaf-shaf mereka…Abu Sa’id al-Khudri berkata: Kemudian sunnah itu terus dilakukan kaum muslimin sampai di Jaman (pemerintahan) Marwan bin al-Hakam.

Apakah dilarang salat Iduladha di masjid?

Ada pendapat lain selain penjelasan salat Iduladha di tanah lapang.

Ada pendapat yang merujuk pada perkataan Imam Asy-Syafi'i.

“Dinukil dari Imam asy-Syafi’i (bahwa beliau berkata): Kalau masjid di dalam kota luas (bisa menampung semua penduduk muslim) maka shalat di masjid tersebut lebih utama, karena masjid adalah tempat yang paling utama dan paling suci. Oleh karena itulah, penduduk Mekkah melaksanakan shalat ‘Ied di Masjidil Haram. (sr5, tp)




Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved