Selasa, 20 08 2019  
LifeStyle / Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara atas Pelanggaran UU ITE
Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara atas Pelanggaran UU ITE

LifeStyle - - Rabu, 12/06/2019 - 10:57:04 WIB

SURABAYA, situsriau.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada musikus Ahmad Dhani Prasetyo, Selasa (11/6/19). Ahmad Dhani dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Vonis hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yakni satu tahun enam bulan. "Terdakwa terbukti mendistribusikan dan mentransmisikan dapat diaksesnya konten yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui akun instagramnya," kata Ketua Majelis Hakim, R Anton Widyopriyono.

Majelis berpendapat Ahmad Dhani dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan konten penghinaan sehingga membuat orang lain tersinggung, khususnya penyebutan kata idiot. Sebab, menurut penjelasan saksi ahli bahasa, kata idiot mengacu kepada orang yang memiliki IQ paling rendah.

Selain itu, hakim juga melihat ucapan idiot dalam vlog Ahmad Dhani sengaja ditujukan kepada ratusan orang anggota Koalisi Elemen Bela NKRI yang pada 26 Agustus 2018 lalu mengepung Hotel Majapahit tempat pentolan Dewa 19 itu menginap. "Tangan terdakwa mengarah ke luar hotel, meskipun tak menyebutkan nama," katanya seperti dilansir tempo.co.

Hal-hal yang memberatkan putusan hakim ialah Ahmad Dhani tak menyesali perbuatannya, sedang menjalani hukuman dalam perkara ujaran kebencian di Jakarta serta sebagai calon legislator yang seharusnya mengerti hukum. Adapun hal yang meringankan selama persidangan Ahmad Dhani bersikap sopan dan kooperatif.

Menanggapi putusan hakim, jaksa penuntut Hari Basuki masih pikir-pikir. Adapun Ahmad Dhani menyatakan akan mengajukan banding. Sebab ia mengaku tak puas terhadap vonis yang diterima karena majelis hakim dinilai mengabaikan saksi ahli pembuat UU ITE Teguh Afriadi yang menyatakan harus ada subyek hukum yang menjadi korban. "Bisa orang per orangan atau lembaga, sehingga tak mereka-reka ini salah atau tidak," katanya.

Sedangkan dalam kasusnya, kata Ahmad Dhani, ia tak menyebut nama orang, kelompok, atau organisasi tertentu saat mengucapkan kata-kata idiot itu. Penasihat hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, berujar kata idiot tak ubahnya umpatan yang tak bisa dijerat dengan UU ITE.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengembalikan Ahmad Dhani ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Cipinang, Jakarta usai mengikuti persidangan dalam perkara pencemaran nama baik tersebut.

"Selanjutnya, kami akan mengembalikan Ahmad Dhani ke tempat penahanan asalnya, Rutan Cipinang, Jakarta," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung.

Ahmad Dhani menjadi tahanan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sejak penasihat hukumnya dan jaksa mengajukan banding dalam perkara lain terkait dengan ujaran kebencian yang divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 31 Januari 2019.

Richard menjelaskan bahwa saat itu Dhani ditempatkan di Rutan Cipinang dan 10 hari kemudian dipindahkan ke Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, atas permintaan Kejaksaan Negeri Surabaya demi memudahkan jalannya persidangan kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya yang telah berakhir kemarin. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved