Senin, 23/05/2022  
Otonomi / Ilyas Husti Mengaku Siap Membuka Diri Jalin Komunikasi
Taggapi Kisruh MUI Riau,
Ilyas Husti Mengaku Siap Membuka Diri Jalin Komunikasi

Otonomi - - Rabu, 03/08/2022 - 20:38:39 WIB

PEKANBARU, sitsuriau.com- Ketua Umum Majelis Ulama Indoensia (MUI) Propinsi Riau H.Ilyas Husti mengaku siap membuka diri, melakukan introspeksi serta membuka pintu komunikasi dalam menyikapi kisruh organisasi yang dipimpinnya.

"Kalau saya ada kesalahan, kalau saya ada melanggar AD/ART maka saya siap koreksi diri dan membuka diri untuk berkomunikasi," kata Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim II ini, Selasa malam (2/8/2022)

Menurut Ilyas Husti, langkah komunikasi yang akan dan sudah diambilnya dilakukan dengan berbagai cara, agar roda organisasi tetap bisa berjalan normal. "Saya membuka diri untuk berkomunikasi , baik secara face to face atau dengan menggunakan alat komunikasi bahkan mengutus orang lain, jadi tidak ada masalah, semua baik-baik saja, tidak ada kisruh," ucapnya.

Melihat fakta banyaknya pengurus MUI Riau yang mundur, bahkan Sekretaris dan Bendahara juga sudah mundur,  dimana hal tersebut menggambarkan organisasi sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, Ilyas mengaku tidak ada masalah sama sekali. "Tak ado kisruh, tak ado masalah, elok elok jo sodonyo, jan didongau juo berita-berita tuh, samo samo makan awak iyo juo, duduok sameja iyo juo. Jadi elok-elok jo sodonyo ndak ado kisruh, masak ulama kisruh, kisruh itu di partai politiknyo. Beko baiyo-iyo pulo ughang manggoreng awak beko," candanya dalam logat Ocu.

Kepada situsriau.com Mantan Ketua MUI Kota Pekanbaru ini juga mengaku tidak ada masalah dengan pengunduran dua pengurus inti, karena sudah menunjuk Sekteratis dan Bendahara baru pasca ditinggalkan Abu Nawas dan Srimurharyati serta sejumlah pengurus harian lainnya.

"Tak ada masalah, karena bagi kita ini adalah pengabdian, jadi yang dibutuhkan itu orang-orang yang mau bekerja ikhlas  mencurahkan tenaga, pikiran dan fisik bahkan hartanya untuk pengembangan organisasi dalam upaya kemaslahatan ummat," katanya.

Selanjutnya, sebagai yang dituakan selangkah juga harus bisa menghadapi segala hal terkait kritikan dan pujian. "Kito harus bisa manangguong upek dan puji ughang lain. Jadi kalau dipuji jan pulo awak maghaso tasanjuong dan kalau diupek koreksi diri, itulah kuncinyo," ucapnya kembali berbahasa Ocu.

Terkait desakan Musyawarah Daerah Luar  Biasa (Musdalub) yang disuarakan  22 organisasi Islam dari 25 ormas yang tergabung dalam MUI Riau, dirinya juga menanggapi santai dan mengaku belum mendapatkan laporan.

"Tak ada itu, itu hanya berita-berita saja, saya anggap berita untuk memberikan motivasi saja. Yang penting  saya bekerja dan berbuat untuk melayani ummat sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi," katanya seraya mengatakan dia juga membuka pintu maaf sekaligus meminta maaf jika ada kesalahnnya.

Diakhir perbincangam, dikatakannya, diantara fungsi organisasi yakni menjalin kemitraan  dengan pemerintah, menurutnya sudah dijalankannya dengan baik, sehingga baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Polda Riau. "Kita bermitra dengan pemerintah, bekerja dan menghadapi tantangan bersama, jadi jangan saya diantuk-antuk dengan pemerintah, kita telah bekerja sama dengan baik sehingga dua minggu lalu, tepatnya hari Bhayangkara saya diberi penghargaan oleh Kapolda," terangnya, (dis)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved