Senin, 23/05/2022  
Nasional / Mendapatkan Apresiasi Dunia, Posisi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia Cukup Menggembirakan
Mendapatkan Apresiasi Dunia, Posisi Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia Cukup Menggembirakan

Nasional - - Rabu, 27/10/2021 - 18:16:22 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma'ruf Amin
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, situsriau.com - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma'ruf Amin menuturkan posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di dataran global saat ini cukup menggembirakan dan mendapatkan apresiasi dunia. Data State of Global Islamic economy report 2021 menyebutkan bahwa indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik dan pada tahun 2020 dan berhasil menduduki peringkat ke-4 dunia di bawah Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

“State of Global Islamic economy report merupakan referensi penting bagi negara-negara dunia khususnya negara-negara OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah kedepan,” pungkasnya pada saat membuka secara resmi ISEF Tahun ke-8 ISEF Tahun 2021 yang berlangsung dalam opening ceremony ISEF 2021 secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Ia juga menyatakan indikator yang menjadi penilaian lembaga tersebut antara lain keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, industri fashion muslim, obat-obatan halal , kosmetik halal dan produk makanan halal. Dari indikator-indikator ekonomi syariah tersebut posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia rata-rata masuk dalam peringkat 10 besar dan 2 diantaranya berhasil masuk dalam peringkat 5 besar dunia yaitu sektor makanan dan minuman halal dan sektor fashion atau pakaian muslim.

"Melihat capaian prestasi tersebut bukan hal yang tidak mungkin dan sangat berpeluang bahwa Indonesia menjadi bisa negara nomor 1 dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan menjadi lead pada sektor industri halal di masa yang akan datang," katanya.

Wapres RI, Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa peluang Indonesia tersebut didukung oleh potensi yang dimiliki dan keberhasilan yang dicapai saat ini antara lain seperti Market Share keuangan syariah Indonesia per Desember 2020 telah mencapai 9,89% yang menandakan peningkatan dan diharapkan dapat terus meningkat untuk mengejar negara besar lainnya yang memiliki Market Share ekonomi syariah lebih dari 10%. 

"Selain itu, telah ditetapkannya perizinan untuk tiga kawasan industri halal yaitu Modern Halal Valley di kawasan Cikande Serang, Banten. yang kedua Safe N Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur serta Kawasan Industri Halal Bintan Inti Halal Hub, di Kabupaten Bintan," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, keberhasilan yang telah dicapai seperti antara lain Indonesia memiliki pangsa pasar yang cukup besar dibandingkan negara-negara dunia atau mencapai 13% total konsumsi makanan dan minuman halal dunia.

"Konsep ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif diperuntukkan bagi semua masyarakat Indonesia maupun Global bahkan telah menjadi Lifestyle bagi pilihan kebutuhan hidup juga menjadi keberhasilan yang telah dicapai," tutupnya (nb).

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved