Rabu, 28 Februari 2024  
Gubri Tinjau Lokasi Budidaya dan Pengolahan Ikan Patin di Kampar

Advetorial Pemprov Riau - - Senin, 30/09/2019 - 05:34:47 WIB

KAMPAR, situsriau.com-  Gubernur Riau H.Syamsuar, meninjau budidaya ikan patin di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (28/9/19). Hal tersebut dilakukannya sebelum mempromosikan ikan patin yang terkenal di Kabupaten Kampar,

Memanfaatkan waktu sengangnya, Syamsuar meninjau budidaya ikan patin dan pembuatan pakan ikan mandiri di Kabupaten Kampar, didampingi langsung oleh Bupati Kampar Catur Sugeng, Sekdakab Kampar, Kepala Dinas PUPR Dadang Eko Purwanto, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Herman Machmud, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holikutura Ferry HC, dan Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama Firdaus.

Setelah ia meninjau langsung ke kolam budidaya ikan patin, selain ilmu, Syamsuar juga melihat adanya peluang ikan patin di Kabupaten Kampar menjadi komoditas ekspor. Sebab, ikan patin yang ada di Provinsi Riau memiliki kualitas yang bagus sampai ikan patin yang perlu adanya peningkatan kualitas.

"Saya sudah berbicara di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, bagaimana ikan patin di Riau menjadi komoditas ekspor di masa yang akan datang. Kalau komoditas ekspor harganya lebih bagus dan masyarakat lebih sejahtera," kata Syamsuar kepada Wartawan, usai meninjau sejumlah kolam patin yang dipanen dan akan dikirim ke Sumatera Utara sebanyak 15 ton.

Untuk memenuhi standar dan kualitas ekspor, dikatakan Syamsuar, tugas pemerintah daerah dan pusat saling bersinergi untuk menjadikan ikan patin di Riau menjadi komoditas ekspor. Apalagi, dengan adanya RoRo Dumai - Malaka, bisa menjadi pintu gerbang ekspor dari Riau (Indonesia) ke Malaysia.

"Petani budidaya ikan patin di Riau, juga harus membagi kolamnya, mana yang diperuntukkan untuk ekspor dan konsumsi lokal. Sehingga, kita bisa tahu jumlahnya yang akan dipanen setiap harinya sesuai dengan kolam yang sudah ditentukan kedepannya," ungkap Syamsuar.

Ia juga berharap, petani ikan di Riau serius dan menekuni usahanya. Bukan, karena hanya ingin mencari keuntungan semata. Tapi, bagaimana dengan adanya kolam ikan ini, memiliki dampak positif bagi masyarakat lainnya.

"Apalagi, ikan patin salai (ikan yang diasap, red), juga bisa menjadi buah tangan bagi pelancong yang datang ke Riau dari seluruh nusantara dan luar negeri. Hal ini akan menjadi perhatian kita bersama, bagaimana ke depannya ikan patin di Riau menjadi primadona dunia dan nusantara," jelasnya. (advertorial)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved