Kamis, 26 Mei 2022  
ICC Diharapkan Dukung Pemprov Riau Dalam Pengembangan Potensi Kelapa

Advetorial Pemprov Riau - - Rabu, 26/01/2022 - 18:54:03 WIB

PEKANBARU,situsriau.com - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengharapkan dukungan dari tim International Coconut Community (ICC) sebagai organisasi yang menaungi negara penghasil kelapa di dunia, dapat mendukung Pemprov Riau dalam mengembangkan potensi kelapa di Riau.

Selain itu, Gubri juga menginginkan adanya dukungan dari ICC dalam memasarkan produk dan pengembang hilirisasi kelapa yang ada di Provinsi Riau.

"Dengan pengalaman panjang tim ICC,kami berharap Dapat membuka jejaring kerja sama dan proyeksi pengembangan kelapa yang ada di Riau," ucapnya, dalam FGD bersama ICC di Kantor Bappedalitbang Riau, Rabu (26/1/2022).

Gubri menjelaskan, dengan diundangnya ICC ke Riau, maka peluang ini bisa dimanfaatkan untuk melihat bersama segala potensi dan kendala kelapa Riau. Agar dapat menjadi komoditas ekonomi yang tidak hanya menguntungkan di daerah, tapi Riau dan Indonesia.

"Tentu kita harapkan kita dapat menjadi pelaku industri kelapa di Indonesia dan dunia," ujarnya.

Syamsuar mengungkapkan, kelapa merupakan salah satu tanaman yang ramah lingkungan. Jika di tanam di lahan gambut, maka tidak akan berpengaruh pada gambut tersebut.

Ia menjelaskan, di Pulau Jawa sekarang tengah dilakukan pengembangan kelapa. Oleh sebab itu, sebagai daerah terluas perkebunan kelapanya di Indonesia, Gubri menginginkan potensi ini dapat terus diperhatikan bahkan dapat ditingkatkan di masa yang akan datang.

"Jangan sampai kita kalah dengan Jawa padahal kita yang terluas di Indonesia. Pemda Kabupaten/kota tolong ini menjadi perhatian kita," tuturnya.

Mantan Bupati Siak ini mengaku, jika melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah, ia selalu mengatakan bahwa sawit bukanlah potensi segalanya untuk kehidupan masyarakat. Banyak peluang lain yang sebenarnya bisa dikembangkan di Riau. Salah satunya kelapa.

"Contohnya di Bunga Raya Siak, dari lahan sawit bisa kita kembangkan menjadi lahan pertanian padi," ungkapnya.

Syamsuar menjelaskan, masyarakat sebenarnya berkeinginan mengembangkan komoditi kelapa. Akan tetapi terkadang masyarakat butuh pemahaman dari pemerintah bahwa komoditi tersebut juga bisa menjadi sumber penghasil yang menjanjikan ekonomi bagi kehidupan masyarakat.

"Masyarakat kita ini akan mengikuti kalau yang kita tunjukkan benar dan menguntungkan bagi dia (masyarakat), tapi kalau kita tidak memberikan arahan bagaimana masyarakat bisa paham," sebutnya.

"Barangkali kita mempunyai inovasi sehingga kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (mcr/ip/nb).

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved