Senin, 23/05/2022  
Politik / Pernyataan Jenderal Tito Dikritik Soal Anggota Polri Bisa Balik Lagi Paska Terlibat Politik
Pernyataan Jenderal Tito Dikritik Soal Anggota Polri Bisa Balik Lagi Paska Terlibat Politik

Politik - - Rabu, 17/01/2018 - 12:39:07 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membuka pintu bagi anggota Polri yang gagal ditetapkan sebagai calon kepala daerah dalam pilkada untuk kembali ke instansi Polri. Tito beralasan, hingga kini belum ada pernyataan  tertulis dari institusi bahwa mereka sudah tidak lagi menjabat anggota Polri.

"Kalau penetapan dia gagal dan mereka ingin terus mengabdikan diri di Polri, tidak ada larangan menerima mereka," kata Tito, Senin (15/1/18).

"Kalau seandainya mereka ingin tetap keluar dari Polri, kami juga akan fasilitasi. Enggak ada larangan," lanjutnya.

Namun pernyataan Kapolri ini mendapatkan kritikan.  Sebab, pernyataan Tito bisa menjadi pintu masuk bagi keterlibatan Polri dalam politik praktis.  Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, personel Polri yang sudah mendaftar, meski tidak lolos, secara nyata telah melakukan politik praktis.

"Calon dari Polri yang gagal menjadi peserta bisa saja menggunakan kekuasaan yang ada padanya untuk bertindak tidak profesional terhadap lawan politik atau pihak-pihak yang dianggap tidak meloloskannya sebagai peserta," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti.  Ray menilai,  masih ada kejanggalan dari sejumlah petinggi Polri yang telah mengajukan diri maju dalam Pilkada Serentak 2018. 

Ray menjelaskan, aturan agar pejabat negara mengundurkan diri dari jabatannya memang tidak diatur secara khusus dalam Undang-undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu), termasuk mewajibkan semua jenderal aktif untuk pensiun diri ketika ikut pemilu. Namun, dalam UU Polri dan UU TNI telah ditetapkan bahwa semua anggota Polri dan TNI harus bersikap independen.

"Independen itu artinya tidak membicarakan politik dalam kapasitas apapun baik pribadi maupun jabatannya yang disebut dengan politik terkait dengan electoral yang menjadi indikasi yang paling kuat itu," kata Ray, Selasa (16/1).

Menurutnya, pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut bahwa anggota polisi yang gagal verifikasi bisa bergabung kembali sebenarnya tidak tepat. Sebab dalam UU Polri telah dicatat bahwa anggota aktif tidak boleh ikut serta berpolitik aktif. Artinya ketika mereka ingin berpolirik harus mundur terlebih dahulu dari jabatannya secara resmi.

Melalui aturan tersebut, maka Kapolri seharusnya tidak memberikan pernyataan bahwa anggota polisi bisa bergabung kembali. Sebab, mereka sudah seharusnya mundur atau pensiun dini dan itu tidak bisa ditarik kembali.

Dia menjelaskan, Kepolisian harus segara menyiapkan aturan yang lebih baku terkait dengan keinginan anggota polisi yang berkeinginan maju dalam kancah perpolitikan. Misalnya, dalam aturan tersebut ditekankan bahwa setiap anggota harus mundur minimal enam bulan sebelum mencalonkan diri dalam Pemilu.

"Itu yang perlu diatur Pak Kapolri, bukan justru membuat mereka kembali lagi. Ini harus diingatkan Pak Kapolri karena dapat menyebabkan independensi polisi akan terancam," papar Ray.

Hal senada disampaikan pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar. Bambang menilai, tidak etis jika anggota polisi yang tidak lolos dalam mengikuti seleksi sebagai calon kepala daerah kemudian kembali lagi sebagai polisi.

Ia menegaskan, UU Polri menyatakan bahwa anggota kepolisian tidak boleh melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis. Selain itu, dalam Pasal 23, ada sumpah jabatan anggota Polri dalam menjalankan tugas. "Jika kedua pasal itu dilanggar, harus ada sanksinya. Itulah risikonya," kata Bambang.

Menurut dia, kebijakan Kapolri ini dikhawatirkan akan menjadi preseden ke depan. Tidak hanya oleh Polri, tetapi juga instansi lain, seperti TNI yang sama-sama menjunjung tinggi netralitas. "Maka, harus ikuti aturan pokok yang sudah ditentukan," kata Bambang. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved