Rabu, 26 Januari 2022  
Hukrim / Polres Pelalawan Sukses Cokok Tersangka Korupsi Hibah Pemprov Riau, Begini Prosesnya...
Polres Pelalawan Sukses Cokok Tersangka Korupsi Hibah Pemprov Riau, Begini Prosesnya...

Hukrim - - Minggu, 17/07/2016 - 14:03:52 WIB

PANGKALANKERINCI, situsriau. com-Tersangka tindak pidana korupsi dana hibah Provinsi Riau tahun anggaran 2013 berhasil dicokok Polres Pelalawan pada Sabtu (16/7/16). Tersangka Setiawati, S.Sos diciduk petugas tak lama saat  keluar dari rumahnya di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Herman Pelani didamping beberapa anggota dari unit III Tipikor Reskrim Pelalawan.

Sebelumnya, Jumat 16 Juli 2016, anggota Reskrim Unit III sudah melakukan pengintaian dirumah tersangka tepatnya di jalan Embun pagi tepatnya dibelakang purna MTQ Riau, Pekanbaru. Alhasil kala itu, petugas tidak melihat tersangka sama sekali.

Tidak puas sampai disitu, Sabtu paginya, anggota unit III Tipikor dipimpin langsung Kasat Reskrim kembali melakukan pengintaian. Alhasil, tersangka keluar dari rumahnya dengan menggunakan Daihatsu Xenia. Tidak ingin buruannya kabur akhirnya petugas melakukan pengejaran.

Tepatnya, di Jalan Arifin Ahmad mobil Xenia warna silver yang dikemudikan tersangka sukses diberhentikan petugas saat itu sudah membuntuti dari belakang. Dibantu anggota Lantas, untuk sementara tersangka diamankan di Mapolsek Bukit Raya dan seterusnya digelandang ke Mapolres Pelalawan.

Kasat Reskrim Herman Pelani menerangkan, tersangka sudah dilakukan penahanan di sel Mapolres Pelalawan. "Secepatnya kita limpahkan ke jaksa berkas tersangka," tandasnya.

Uraian singkat kasus yang menjerat tersangka kata Herman, yakni pada tahun 2013 ada empat yayasan di Pelalawan yang ditawarkan pelaku untuk menerima dana hibah dari provinsi Riau masing-masing 100 juta. Akibatnya, mengurus dana hibah ini, dia meminta kepada yayasan bagi Rp 60 juta untuk dirinya dan Rp 40 juta untuk masing-masing yayasan.

Keempat yayasan itu, sambung Herman adalah, Raudhatul Athfal Nurul Ikhlas , Ar - Raudhah, Al -Mukhlisin dan Ra Al- alfaizien. Dua tahap pencairan pada Bank Riau pada tanggal 27 desember 2013 dan 30 desember 2013, tersangka memperoleh dana bersih Rp 240 juta.

"Nah disinilah, titik persoalannya. Perbuatan tersangka ini negara dirugikan Rp 240 juta," tandas Herman. (sr5, rt)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved