Minggu, 25 Juli 2021  
Hukrim / Kapolda Riau Menghadap ke Mabes Polri untuk Jelaskan Soal SP3 Kasus Karhutla
Kapolda Riau Menghadap ke Mabes Polri untuk Jelaskan Soal SP3 Kasus Karhutla

Hukrim - - Kamis, 28/07/2016 - 13:25:57 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Pol Supriyanto, dipanggil ke Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI (Polri), Rabu (27/7/16). Jenderal bintang satu itu dimintai penjelasan terkait keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) 15 perusahaan terduga pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Iya (dipanggil, red). Saat ini beliau di sana (Mabes Polri, red)," ujar Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Rabu (27/7/16).

Menurutnya, pemanggilan kapolda merupakan hal biasa dalam kepolisian. "Di sana (mabes, red), kapolda akan dijelaskan proses dan tahapan terkait SP3," kata Guntur.

Dalam SP3 15 perusahaan itu, kata Guntur, sudah dibicarakan Polda Riau dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Mabes Polri mendukung Polda Riau dalam proses penyidikan kasus perusahaan tersebut. "Prosesnya memang begitu. Semua sudah sesuai prosedur. Kita juga sudah koordinasi dengan kejaksaan dan lainnya sebelum SP3," jelas Guntur.

Disinggung terkait  kedatangan Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri untuk menelaah SP3, Guntur belum mengetahuinya. Meski begitu, dia mengaku Polda Riau harus siap menerimanya. "Itu dalam rangka supervisi (pengawasan) kinerja jajaran. Rutin dilakukan. Meski begitu, kita harus siap menerima. Itu resiko," tegasnya.

Seperti diketahui, terbitnya SP3 tersebut menjadi sorotan setelah Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mendesak Polda Riau melanjutkan kasus tersebut. Ke-15 perusahaan itu adalah PT Bina Duta Laksamana (HTI), PT Perawang Sukses Perkasa Indonesia (HTI), PT Ruas Utama Jaya (HTI), PT Suntara Gajah Pati (HTI), PT Dexter Perkasa Industri (HTI), dan PT Siak Raya Timber (HTI).

Selanjutnya, PT Sumatera Riang Lestari (HTI), PT Bukit Raya Pelalawan (HTI), PT Hutani Sola Lestari (HTI), KUD Bina Jaya Langgam (HTI), PT Rimba Lazuardi (HTI), PT Parawira (Perkebunan), PT Alam Sari Lestari (Perkebunan), PT PAN United (HTI) dan PT Riau Jaya Utama (Perkebunan).

Menurut Guntur, Polda Riau tahun ini menanganai 63 kasus karhutla dan 78 tersangka perorangan. Dari jumlah itu, seorang pelaku perorangan  dinyatakan SP3 karena mengalami gangguan jiwa sedangkan berkas 41 tersangka sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved