Jum'at, 01 Maret 2024  
Hukrim / Polisi Pekanbaru Ringkus Penjambret Sadis yang Korbannya Meninggal Dunia
Polisi Pekanbaru Ringkus Penjambret Sadis yang Korbannya Meninggal Dunia

Hukrim - - Senin, 07/12/2020 - 13:46:12 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Masih ingat dengan peristiwa tewasnya Masriati (48) akibat terpentak setelah menjadi korban jambret di sekitar Stadion Utama Riau, pada 21 November lalu? Kini salah satu pelakunya telah ditangkap.

Pelaku ditangkap Polsek Tampan, Pekanbaru Sabtu (5/12/20) kemarin dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari tim Polsek Tampan yang mengamankan seorang pria berinial Si yang diduga menguasai handphone korban Masriati. Dari hasil pengakuan Si handphone tersebut dibeli dari temannya berinisial St.

Kemudian Tim Polsek Tampan mendatangi rumah St di Jalan Kaharuddin Nasution, Gg Iklas, Kelurahan Air Dingin, Pekanbaru.

"Saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku St, ia mengaku mendapatkan handphone milik korban dari FRH," jelas ," jelas Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita, Minggu (6/12/20).

"Kami tidak menunggu lama dan langsung berhasil mengamankan pelaku FRH sebagai pelaku penjambretan yang mengakibatkan seorang ibu meninggal dunia," tukasnya.

FRH ditangkap di rumahnya Jalan Amal, Gg Keluarga, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Sebelumnya, Nasib naas dialami seorang ibu bernama Masriati (48). Ia yang meninggal dunia akibat dijambret oleh seorang pelaku di Jalan Naga Sakti depan Stadion Utama Riau pada Sabtu (21/11/20) pukul 05.15 WIB.

Pelaku berhasil membawa kabur tas milik korban yang berisikan 1 unit handphone, uang tunai Rp5 Juta serta surat-surat lain berupa SIM dan STNK sepeda motor milik korban.

Hotmartua Ambarita mengatakan, korban bersama kedua anaknya yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J sedang melintas di Jalan Naga Sakti depan Stadion Utama Riau.

Pada saat korban bersama kedua anaknya sedang melintas, tiba-tiba dari arah belakang datang seorang pelaku laki-laki yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor yang mencoba untuk menarik handphone korban yang sedang dipegang oleh salah satu anaknya.

"Handphone tersebut tidak berhasil ditarik oleh pelaku. Namun sepeda motor yang dikendarai korban bersama kedua anaknya tersebut oleng sehingga terjatuh," ucap Ambarita.

Melihat korban dan kedua anaknya terjatuh dari sepeda motor, lalu pelaku mendatangi korban yang sedang pingsan akibat terjatuh untuk mengambil tas yang disandang di tubuh korban.

"Setelah pelaku berhasil mengambil tas milik korban, lalu pelaku langsung melarikan diri. Sementara kedua anak korban yang melihat perbuatan pelaku tersebut hanya bisa menangis serta ketakutan," lanjutnya di cakaplah.

Kemudian anak korban menghubungi tetangganya bernama Hartono yang juga selaku ketua RW dan mengatakan bahwa korban telah dijambret serta korban pingsan di pinggir Jalan Naga Sakti tersebut.

"Kemudian warga sekitar menolong korban dan selanjutnya korban dibawa ke RS Awal Bros Panam. Setelah dilakukan perawatan terhadap korban, sekitar pukul 08.10 WIB korban dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya.

Selanjutnya pihak keluarga korban menolak untuk dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban dengan alasan jenazah korban akan langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Desa Muara Rumbai, Kabupaten Rokan Hulu.(sr5, ck)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved