Jum'at, 25 Juni 2021  
Hukrim / Polri Buru Pria yang Ngaku Nabi ke-26
Polri Buru Pria yang Ngaku Nabi ke-26

Hukrim - - Senin, 19/04/2021 - 00:01:06 WIB

JAKARTA, situsriau.com- Kepolisian Republik Indonesia sedang memburu keberadaan  Jozeph Paul Zhang atas dugaaan kasus penghinaan agama Islam.  

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan saat ini pihaknya telah melakukan proses lidik terhadap yang dinilai telah melakukan penistaan agama Islam melalui tayangan video yang viral di tengah masyarakat.

Berdasarkan penelusuran dari hasil lidik perkara yang dilakukan, Polisi mendeteksi keberadaan Jozeph Paul di Hong Kong.

"Sudah dilidik akan terus diburu sampai dapat. Informasi terakhir yang bersangkutan diketahui berada di Hongkong," ujar Listyo Sigit melalui keterangan tertulis,  Minggu (18/4/2021) di Jakarta.

Informasi keberadaan dari Jozeph Paul itu, lanjut Kapolri diperoleh dari Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta. Dengan catatan registrasi terakhir pada tanggal 11 Januari 2018 Joseph Paul dinyatakan terbang meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong.

Sebelumnya sebuah tayangan video yang diunggah melalui akun YouTube atas nama Jozeph Paul Zhang, viral dan menghebohkan Tanah Air. Pada tayangan video viral tersebut diketahui direkam saat diskusi daring menggunakan aplikasi Zoom tengah berlangsung. Dalam pernyataan nya di video berjudul "Puasa Lalim Islam” itu terlihat Jozeph Paul, melontarkan kalimat yang terkesan telah mencaci maki, menghina, dan melecehkan agama Islam.

Tidak hanya itu, dalam video berdurasi lebih dari tiga jam tersebut, Jozeph Paul Zhang bahkan menantang dan membuat sayembara bagi siapa pun yang ingin melaporkan penistaan agama yang dilakukannya.

“Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Josep Paul Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabullah. Kalau Anda bisa laporan atas penistaan agama, gua kasih lo satu laporan Rp 1 juta, maksimum 5 laporan supaya jangan bilang gua ngibul kan. Jadi kan 5 juta, di wilayah polres berbeda," katanya dalam video itu. (sr3,in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved