Senin, 23/05/2022  
Hukrim / Kepala BP2MI: Kami Siap Bekerja Sama Dengan Semua Pihak Lindungi PMI
Kepala BP2MI: Kami Siap Bekerja Sama Dengan Semua Pihak Lindungi PMI

Hukrim - - Selasa, 02/08/2022 - 16:40:36 WIB

PEKANBARU,situsriau.com - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Deputi Penempatan dan Perlindungan kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Lasro Simbolon menyampaikan bahwa BP2MI siap bekerja sama dengan semua pihak dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan rapat koordinasi terbatas (Rakortas) dan sosialisasi Undang-Undang (UU) nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran, berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (2/8/2022).

"Kami siap bekerja sama mendukung (perlindungan PMI), kami tahu ini kerja bukan satu hari dua hari, tapi kerja bersama dan kami merasa sangat bangga Gubernur Riau memimpin perlindungan PMI itu untuk Provinsi Riau dan tetangga," ujarnya.

Lasro Simbolon menerangkan, upaya perlindungan melalui kerja sama dengan Gubernur Riau beserta jajaran dan bupati/wali kota dan perlindungan PMI ini di Provinsi Riau akan dilakukan dengan baik lagi kedepannya. Dalam UU nomor 18 tahun 2017 tersebut jelas digariskan mandat dari pemerintah provinsi, apa yang menjadi mandat pemerintah daerah, dan bahkan sampai pemerintah desa.

"Sesungguhnya data dari Bank Dunia menyebutkan bahwa ada 9 juta PMI kita, kalau mereka menanggung empat orang saja bisa orang tua, bisa istri atau suami, bisa anak-anak, bisa saudara nya, tambah dia sendiri, ada 45 juta orang Indonesia akan sejahtera lahir batin kalau negara benar-benar hadir memberikan perlindungan dan pelayanan dan pengelolaan yang baik," ujarnya.

Deputi Penempatan dan Perlindungan kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI mengungkapkan, untuk negara di Eropa jumlah 45 juta sudah bisa mencakup dua atau tiga negara, karena rata-rata negara kaya hanya berpenduduk 10 atau 11 juta.

Ia mengungkapkan, jika memang jumlah PMI tersebut dikelola dengan baik oleh seluruh stakeholder, adanya kerja sama dengan semua pihak untuk memberikan kepedulian, maka niscaya 45 juta tersebut dapat sejahtera.

"Kita belum berbicara multiplayer efeknya, baik itu berkenaan devisa, belum lagi ekonomi. PMI menyumbangkan 159,7 triliun rata-rata per tahunnya. PMI adalah  pejuang keluarga," ungkapnya.

Untuk itu menurut Lasro Simbolon, melihat UU ini sudah 4 tahun diundang-undangkan, maka sangat penting disosialisasikan kepada daerah-daerah dan kepada stakeholder terkait. 

Ditambah lagi adanya pesan Presiden RI kepada BP2MI untuk melindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sehingga menerjemahkan itu, BP2MI di bawah kepemimpinan Benny Rhamdani menerjemahkan menjadi sembilan prioritas. Diantaranya, pemberantasan mafia penempatan ilegal PMI ke luar negeri, penguatan kelembagaan dan reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, menjadikan PMI Sebagai Warga VVIP (Very Very Important Person) dengan memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal, dan lainnya. 

"Jadi inilah tantangan kita, menempatkan PMI harus terhormat dan bermartabat," tutupnya. (mcr/ip/nb).

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved