Kamis, 26 Mei 2022  
Iptek / Sektor Perkebunan Kelapa Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Sektor Perkebunan Kelapa Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Iptek - - Rabu, 26/01/2022 - 18:52:05 WIB

PEKANBARU,situsriau.com - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyampaikan bahwa Provinsi Riau merupakan provinsi dengan luas perkebunan kelapa terluas di Indonesia, yaitu seluas 426.579 hektar. Untuk itu, ia menginginkan sektor perkebunan kelapa menjadi industri penggerak ekonomi masyarakat di Provinsi Riau.

Syamsuar menerangkan, kedepannya ia menginginkan adanya industri hilirisasi kelapa di Riau. Ia menginginkan, jangan sampai Riau hanya menjadi penonton industri kelapa dunia. Akan tetapi, industri kelapa Riau juga mampu menjadi sumber pendapatan daerah yang mendongkrak perekonomian.

"Jangan sampai kita hanya menonton industri kelapa dunia, kita harus berupaya bagaimana industri kelapa dapat meningkatkan ekonomi," ucapnya, dalam FGD bersama International Coconut Community (ICC), di Kantor Bappedalitbang Provinsi Riau, Rabu (26/1/2022).

Gubri menerangkan, perkebunan kelapa di Riau ada di beberapa kabupaten/kota. Namun yang terluar ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebesar 341.762 hektar, Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 32.315 hektar dan Kabupaten Pelalawan seluas 20.645 hektar.

Orang nomor satu di Riau ini mengungkapkan, masih banyak masyarakat Riau yang memiliki ketertarikan dengan perkebunan kelapa. Untuk itu, ia menginginkan adanya perhatian banyak pihak terhadap pelestarian komoditi kelapa ini.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, Riau berpeluang mengembangkan perkebunan kelapa, sebagai daerah yang memiliki areal perkebunan kelapa terluas di Indonesia merupakan potensi terbesar yang perlu kita manfaatkan secara bersama," ucapnya.

Gubri menambahkan, selain menjadi daerah terluas kebun kelapa di Riau, Bengkalis, Inhil dan Pelalawan juga merupakan daerah yang berhadapan langsung dengan selat malaka yang merupakan jalur perdagangan Asia. Sehingga posisi strategis Riau menjadi penting dalam pengembangan kelapa dunia.

Kemudian Gubri Syamsuar juga mengungkapkan, selama ini Riau menjadi pemasok kelapa utuh yang di ekspor ke negara lain. Sementara negara lain sudah sibuk sebagai pelaku industri yang mengolah kelapa Indonesia menjadi berbagai bentuk produk yang dijual kembali ke Indonesia dengan harga yang menguntungkan bagi negara tersebut.

Oleh karena itu, ia menginginkan kedepannya UMKM Riau dan sektor industri di Riau memanfaatkan peluang tersebut. Dengan mengembangkan potensi yang ada di Riau untuk menjadi berbagai olahan kerajinan atau makanan yang bernilai jual tinggi.

"Mohon bantuan ICC agar ini dimanfaatkan. Jadi, jangan mengandalkan yang dari luar, kita manfaatkan apa yang ada dari dalam (potensi Riau)," tuturnya. (mcr/ip/nb).

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved