Rabu, 26 Januari 2022  
Kesehatan / 69 Guru dan Siswa Terpapar Covid 19, SMP IT Tabrani Rab Tutup Sementara
69 Guru dan Siswa Terpapar Covid 19, SMP IT Tabrani Rab Tutup Sementara

Kesehatan - - Sabtu, 27/11/2021 - 11:20:03 WIB

SePEKANBARU,situsriau.com- Sebanyak 69 guru dan peserta didik SMP IT Abdurrab Jalan Bhakti terpapar Covid-19.


Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas mengatakan, saat ini aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah itu sudah dihentikan. Ia mengungkap, aktivitas belajar tatap muka sebenarnya sudah dihentikan sebelum puluhan warga sekolah itu terkonfirmasi positif Covid-19.


"Sudah kita hentikan. SMP itu kalau tidak salah 69. (Dari) 69 itu ada guru ya. Sesuai SOP, kita menghentikan dulu. Menutup sekolah. Secara lisan sudah kita perintahkan. Sebelumnya sudah tutup juga. Karena ada gejala itu, ditutup oleh sekolah. Lalu kita menyurati menutup sementara sampai nanti diputuskan lagi oleh Satgas," kata Ismardi, Sabtu (27/11/2021).


Ia belum bisa memastikan kapan sekolah itu bisa menjalankan aktivitas PTM. Sebab, setelah puluhan dinyatakan positif di sekolah, Satgas akan lakukan tracing kontak.


"Sudah dianggap aman, baru kita rekomendasikan untuk dibuka. Untuk selanjutnya tindakan dilakukan oleh Dinas Kesehatan," jelasnya.


Ia menjelaskan, hanya PTM yang dihentikan sementara. Sedangkan untuk pembelajaran online bisa dilaksanakan. "Pembelajaran kita hentikan sementara untuk tatap muka, tapi untuk Daring tetap saja, tidak masalah. Bagi anak yang sehat," jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, sebanyak 54 siswa di satu sekolah dikabarkan terkonfirmasi Covid-19. Ini merupakan pertama kalinya kasus covid terjadi sejak belajar tatap muka terbatas di sekolah kembali dibuka.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, membenarkan adanya kasus positif di salah satu sekolah swasta yang menerapkan boarding school. Siswa yang terkonfirmasi positif langsung diisolasi dan dilakukan tracing di sekolah dan keluarga.


“Ya ada salah satu sekolah dengan sistem boarding school (asrama) yang terkonfirmasi positif, dan sudah dipisah yang terpapat dan yang tidak. Siswanya sudah diisolasi dan ditracing. Tentunya ini menjadi pelajaran bagi sekolah boarding school, yang menginapkan anak-anaknya di pesantren,” ujar Mimi.


Dengan adanya kasus ini, Mimi meminta kepada sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk menutup sementara sekolah tersebut agar tidak semakin meluas kasus positif.

Sesuai dengan aturan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, jika terjadi kasus positif di sekolah maka ditutup sementara sampai situasi kembali normal.


“Sesuai aturan SKB 4 Menteri, kami meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menutup sekolah kalau ada yang terpapar. Inikan siswanya menginap, untuk mencegah terjadinya kasus lain,” kata Mimi. (sr3,ck)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved