Minggu, 21 Juli 2024  
LifeStyle / Memetik Keberkahan Subuh dari Masjid ArRahman hingga BaiturRahman
Catatan Perjalanan Komisi PPRK MUI Pekanbaru ke Banda Aceh
Memetik Keberkahan Subuh dari Masjid ArRahman hingga BaiturRahman

LifeStyle - - Selasa, 29/08/2023 - 00:57:53 WIB

Keistimewaan waktu subuh menjadi pilihan bagi rombongan Komisi Pemberdayaan Perempuan Remaja dan Keluarga (PPRK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru untuk memulai perjalanan ke Kota Banda Aceh, 22-27 Agustus 2023.

Dikemas dalam agenda Sharing Program Komisi PPRK MUI Pekanbaru ke MPU Aceh, rombongan terlebih dahulu solat berjamaah di Masjid Paripurna Ar Rahman, yang juga satu areal dengan perkantoran MUI Pekanbaru.

Perjalanan darat menggunakan dua mobil selama enam hari ini, terasa begitu istimewa karena dua guru besar UIN Suska Riau beserta satu Wakil Dekan, yang notabene juga pengurus MUI, ikut berangkat.

Seolah tanpa sekat, sepanjang perjalanan kami terlibat diskusi berbagai hal yang membuat suasana di mobil pertama jadi hangat riuh. Mulai perkara agama, politik, sosial budaya hingga reproduksi hewan kami bahas  berdasarkan perspektif ilmu umum disandingkan dengan ilmu agama. 

Luar biasa, penjelasan seorang Professor bidang Peternakan, seolah membuat perjalanan terasa singkat, padahal rombongan baru sampai di kota Banda Aceh pada hari kedua, karena menginap semalam di Kota Medan.

Tujuan utama perjalanan adalah ke Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh. Disana mereka menggunakan kata MPU yang di Pekanbaru dan daerah lainnya dipakai nama MUI. 

Mengapa berbeda dengan daerah lain? Itulah keistimewaan Aceh yang memang merupakan salah satu daerah istimewa selain Yogyakarta.

Perbedaan Aceh ini dibanding Sumut ataupun Riau, bisa dirasakn saat kita memperhatikan stasiun pengisian bahan bakar SPBU. Disana kita tak akan menemukan truk- truk ataupun mobil pribadi mengular antri untuk mengisi bahan bakar minyak. Semuanya lancar karena jarak antara satu SPBU dengan SPBU lain cukup dekat, jumlahnya pun jauh lebih banyak dibanding Riau.

Tak sampai disitu, keistimewaan lain juga dirasakan saat mobil Pajero Sport milik Ketua MUI Pekanbaru menjajal ruas jalan di Aceh, terasa mulus karena nyaris tanpa lobang yang bisa merobek dua ban mobil sekaligus.

Buktinya ketika arah pulang, baru memasuki wilayah Pangkalan Brandan Sumatera Utara, dua ban mobil Kijang Innova milik MUI Pekanbaru jadi korbannya, dua ban sebelah kanan robek hingga harus mencari bengkel tambal ban, saat jam dipergelangan tangan masih menunjukkan pukul 05:30 wib. Perjalanan subuh itupun akhirnya tertunda hingga tiga jam.

Itulah keistimewaan Aceh, dikenal sebagai kota Serambi Mekkah, masjid-masjid juga berjejer indah disepanjang jalan. Menara-menara masjid menjulang tinggi,  mengagungkan keesaanNya, menggetarkan hati  ketika bilal memanggil para hamba untuk bersujud diatas sajadah masjid.

Perjalanan enam hari ke Aceh ini, semakin istimewa karena  kulinernya juga enak-enak. Tak satupun menu yang membuat rombongan kecewa, semuanya enak dan mengenyangkan, baik makanan di resto dan hotel maupun di warung kecil pinggir jalan. "Perjalanan kita ini diberkahi, makanya semua yang kita makan enak," celetuk salah seorang dari rombongan.

Mensyukuri kelancaran perjalanan ke kota Serambi Mekkah ini,  subuh pertama di Kota Banda Aceh, rombongan tak mau ketinggalan solat berjamaah di Masjid BaiturRahmah. Masjid fenomenal, dimana tahun 2005 lalu, tetap berdiri kokoh dari terjangan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Banda Aceh.

"Perjalanan dari ArRahman ke BaiturRahman, doa kami semoga makin Jayalah Komisi Perempuan". (mardisna husin)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved