Senin, 17/12/2018  
SITUS RIAU / PENDIDIKAN

Begini Tanggapan Ketua LPA Riau Terkait Musibah Pagar Sekolah Roboh
PEKANBARU, situsriau.com - Insiden pagar sekolah roboh yang melukai anak murid kembali terjadi di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Kali ini, di SDN 121 Pekanbaru, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, pada Kamis (7/2/19).Dari peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB tersebut, dikabarkan satu orang murid menjadi korban dan sudah dilarikan ke rumah sakit.Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau, Ester Yuliana pun sangat menyayangkan atas terjadinya insiden pagar roboh tersebut. "Ya ampun, itu (pagar, red) kan seharusnya untuk keselamatan anak. Tapi kenapa pagarnya bisa roboh dan...[selengkapnya]





Awal April, 60.118 Siswa SMA/MA Ikuti Ujian Nasional
PEKANBARU, situsriau.com - Sebanyak 60.118 siswa dari 719 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Riau tahun ini mengikuti Ujian Nasional (UN). Agenda nasional ini dijadwalkan dilaksanakan awal April mendatang.Demikian diinformasikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Rudyanto SH MSi, Kamis (7/2/19) di Pekanbaru. Dia mengatakan untuk persiapan pihaknya sudah melakukan semaksimal mungkin."Insya Allah semua sekolah sudah siap melaksanakan ujian nasional. Dan belum ada kita mendapat laporan ada persoalan yang signifikan dari sekolah," ungkapnya.Rudyanto mengatakan,...[selengkapnya]





Lagi, Pagar Sekolah Roboh di Pekanbaru, Satu Siswa SD Jadi Korban
PEKANBARU, situsriau.com - Pagar sekolah roboh lagi-lagi terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini insiden naas itu terjadi di Sekolah Dasar (SD) 121 Pekanbaru, Jalan Pepaya, Sukajadi.Sekitar pukul​ 9.20 WIB saat jam istirahat pertama, siswa di kompleks SD tersebut heboh. Pasalnya, pagar depan tempat nama SD tersebut terlukis roboh sebagian. Akibatnya, satu siswa kelas 3 SD 121 menjadi korban."Kejadiannya saat jam istirahat di mana saya lihat ramai-ramai orang di pagar depan," kata Yenni, Guru Kelas di SD 121 Pekanbaru.Yenny mengatakan, begitu diketahui ada siswa yang jadi korban pagar roboh,...[selengkapnya]





Mendikbud Tegaskan Guru Dilarang Berpihak kepada Peserta Pemilu 2019
KAMPAR, situsriau.com - Para guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang berpihak kepada salah satu peserta Pemilu, baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy.Hal itu ditegaskan Mendikbud saat mendapat laporan adanya guru di Provinsi Riau yang berpihak kepada salah satu peserta Pemilu, pada acara Tabligh Akbar dan peletakan batu pertama pembangunan gedung tambahan Ponpes Mu'alimin Muhammadiyah Bangkinang, Riau, Sabtu (2/1/19). "Tidak boleh. Jadi guru sebagai Aparatur Sipil Negara tidak...[selengkapnya]





Pekanbaru Masih Kekurangan Ribuan Guru, Paling Banyak di SD
PEKANBARU, situsriau.com - Kota Pekanbaru masih kekurangan guru. Jumlah kekurangan guru mencapai ribuan, paling banyak di sekolah dasar (SD). "Saat ini masih butuh sekitar 1.200 guru untuk mengajar di SD. Jadi yang paling banyak butuh guru adalah SD," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Selasa (29/1/19). Dikatakannya, kebutuhan guru meningkat seiring tahun ajaran baru 2019 sedangkan untuk guru SMP,  tidak ada masalah. Menurutnya, pihak dinas sudah mengajukan kekurangan guru pada penerimaan CPNS 2018 lalu. "Saat itu kita mengajukan 1.200 formasi...[selengkapnya]





Mendikbud Targetkan 2023 Tak Ada Lagi Guru Honorer
JAKARTA, situsriau.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menargetkan pada 2023 sudah tidak ada lagi guru honorer. Ia menargetkan guru yang saat ini masih berstatus honorer Kategori Dua atau K2 secara bertahap akan mengikuti tes seleksi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)."2023 tidak ada lagi guru honorer dan insya Allah tahun 2024 perekrutan sudah kembali normal kembali. Pokoknya di akhir jabatan ini saya akan menuntaskan masalah guru," ujarnya saat kunjungan di Tarakan, Kalimantan Utara, seperti dilansir republika.co.id, Minggu...[selengkapnya]





Peduli Nasib Guru, Kadisdik Riau: Tak Wajar Gaji Guru di Bawah Rp2 Juta
PEKANBARU, situsriau.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Rudyanto menegaskan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) 70 diperbolehkan untuk membayar gaji guru. Ini terkait gaji guru honorer yang harusnya tidak ada lagi di bawah UMK, minimal harus Rp2 juta."Sebetulnya dari tahun lalu sudah kita lakukan. Karena menurut saya tidak wajar gaji guru dibayar di bawah Rp2 juta," kata mantan Penjabat Bupati Indragiri Hilir ini, Minggu (20/1/19). Menurut Rudyanto pihaknya sudah menghitung soal gaji guru dari Bosda itu, dan perhitungan pihaknya cukup. Hal ini karena Pemprov...[selengkapnya]





Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Sejumlah Lembaga Pendidikan di Riau
PEKANBARU, situsriau.com - Pemerintah Arab Saudi memberi bantuan kitab kuning, buku-buku bertulis Arab kepada sejumlah lembaga pendidikan di Riau. Buku-buku tersebut berupa  buku tafsir, hadis, sejarah, dan buku-buku penting lainnya bagi siswa di Riau. Dijelaskan dosen Pascasarjana UIN Suska alumni Universitas Madinah Dr H Hidayatullah Lc MA, lembaga-lembaga yang mendapat bantuan di antaranya, Perpustakaan UIN Suska Riau, Kuttab Alfatih Pekanbaru, Islamic Centre Bangkinang, Ponpes Darun Nahdah, Ponpes Albadar, Ponpes Albadar.Juga Ponpes Alhidayah Kampar, Ponpes Anshor Sunah,...[selengkapnya]





Dewan Yakin Danau Bandar Kayangan Bisa Sumbang PAD untuk Pekanbaru
PEKANBARU, situsriau.com - Danau Buatan atau Bandar Kayangan di Kecamatan Rumbai Pekanbaru diyakini bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Pekanbaru. Hal ini bisa terjadi jika Bandar Kayangan dikelola dengan baik."Untuk itu Pemerintah Kota Pekanbaru, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, diharapkan mencari strategi agar objek wisata Bandar Kayangan jadi magnet buat masyarakat untuk berwisata," ujar anggota DPRD Kota Pekanbaru, Wan Agusti, Jumat (18/1/19).Ia mengatakan, jika dikelola dengan serius oleh pemerintah daerah, yakni dengan dilengkapi fasilitas kreasi dan...[selengkapnya]





Bantah UKT Ilegal, Rektor UIN Suska: sudah Berdasarkan Hukum yang Berlaku
PEKANBARU, situsriau.com - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Akhmad Mujahidin membantah tudingan mahasiswa soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai ilegal. Kebijakan UKT yang diterapkan oleh UIN Suska Riau sudah sesuai berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.  "Saya sampaikan bahwa Uang Kuliah Tunggal mahasiswa UIN Suska Riau sudah berdasarkan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya, Rabu (16/1/19). Dikatakan, pihaknya memiliki bukti kuat yang menunjukkan bahwa kebijakan tersebut telah sesuai dengan hukum yang...[selengkapnya]





Index Berita
 
 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved