Selasa, 22 Oktober 2019  
Pendidikan / Asap Sebabkan Pendidikan Riau Lumpuh, Dewan Pendidikan Ungkap Hal-hal Dilematis
Asap Sebabkan Pendidikan Riau Lumpuh, Dewan Pendidikan Ungkap Hal-hal Dilematis

Pendidikan - - Senin, 23/09/2019 - 10:14:06 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Dalam beberapa hari ini kualitas udara di seluruh Riau kian memburuk. Bahkan di Pekanbaru saat ini papan Indeks Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori Berbahaya.

Kian pekatnya kabut asap juga berimbas terhadap lumpuhnya pendidikan di Riau. Untuk kesekian kalinya pemerintah daerah kembali memperpanjang masa liburan sekolah hingga Selasa besok.

Terkait lumpuhnya dunia pendidikan di Riau akibat kabut asap yang sudah berbahaya Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Zulkarnaen Noerdin mengatakan, persoalan kabut asap dan meliburkan siswa sekolah adalah perkara yang dilematis. 

Dimana kabut asap yang melanda Riau memang terkait dengan kesehatan namun berefek pada dunia pendidikan.

"Suka tidak suka, kebijakan meliburkan anak sekolah sudah betul, akan tetapi memang harus ada kesadaran dari sekolah, guru dan murid untuk tetap menjaga mutu pendidikan. Saat ini kan teknologi komunikasi sudah canggih jadi ya guru tetap mengontrol agar murid selagi libur bisa tetap belajar," kata Zulkarnaen, Minggu (22/9/19).

Mantan anggota DPRD Riau itu menambahkan, nanti ketika situasi sudah normal pihak sekolah dan guru harus mengebut mengejar ketertinggalan siswa dalam belajar. Misalnya, harus ada penambahan waktu atau ada mata pelajaran yang dianggap paling penting harus di-push.

"Apalagi anak-anak akan menghadapi ujian akhir, harus ada kebijakan ekstra, agar ketertinggalan saat anak-anak diliburkan harus dikejar kembali. Itu paling tidak ikhtiar yang harus dilakukan," katanya.

Bakal calon Walikota Dumai ini menambahkan, hal yang lebih dilematis dari meliburkan sekolah ini adalah pada kenyataannya banyak juga siswa atau murid yang libur karena untuk menjaga kesehatan dari kabut asap malah berkeliaran di luar rumah.

"Ini dilematisnya, di satu sisi kita meliburkan sekolah agar anak-anak ini terjaga kesehatannya. Tapi pada kenyataanya ada juga anak-anak yang bermain bola dam keluar rumah saat libur. Ini yang harus dijaga," ujarnya.

"Kepada orang tua agar tetap menjaga dan mengimbau anaknya untuk di dalam rumah saja saat kabut asap sedang parah. Wali murid juga mengontrol belajar siswa dan kepada guru, juga pro akrif, tetap mengontrol, memberi tugas dan semacamnya agar kesehatan para siswa terjaga, dan juga mutu pendidikan tidak ketinggalan," tukasnya. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved