Selasa, 12 Desember 2017  
Memaknai Peringatan HUT Riau ke-59, Pemprov Gelar Upacara Sampai Pawai Budaya

Advetorial Pemprov Riau - - Kamis, 18/08/2016 - 23:45:21 WIB

PEKANBARU, situsriau.com- Peringatan Hari Lahir Provinsi Riau ke-59 tahun 2016 terasa berbeda jika dibandingkan dengan  tahun-tahun sebelumnya. Walau beberapa agenda rutin seperti upacara bendera dan sidang Paripurna DPRD Riau selalu ada, namun pawai budaya yang mendatangkan kawanan gajah ke tengah kota menjadi sesuatu yang unik dan menarik perhatian warga.
 
Rangkaian kegiatan HUT Riau yang dimulai dengan upacara bendera tepat tanggal 9 Agustus 2016, beberapa pesan moral disampaikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dalam pidato resminya.  Dikatakan Gubri, Peringatan HUT Riau ini diharap dapat mengembalikan memori kita kepada amal bhakti dan jasa-jasa para pejuang pendiri Provinsi ini, sehingga kita merasakan makna kemerdekaan dan kemandirian daerah yang memiliki jati diri dan bermarwah.

Karena itu sangat relevan bila Peringatan Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau ini kita jadikan sebagai momentum untuk melihat potret Provinsi Riau di masa lalu dan masa kini, selanjutnya merajut dan merancang masa depan Riau yang maju dan gemilang, agar kita tidak salah haluan dan tujuan. "Kalau ikuti jejak sejarah Riau selama 59 tahun, Riau seharunya saat ini sudah sangat matang dengan kemajuan," ujar Gubri.

Dalam pidato resminya, Gubernur Riau juga menyinggung upaya pemerintah untuk kemakmuran Provinsi Riau dalam mencapai visi Riau 2020 yaitu "Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera lahir dan Bathin di Aisa Tenggara tahun 2020"

"Upaya Membangun Provinsi Riau masih harus kita tingkatkan secara bersama-sama. Saya mengajak kita semua untuk melanjutkan perjuangan yang tak pernah habis dan menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan Provinsi Riau yang kita dambakan," ungkap Arsyadjuliandi Rahman.

Gubri menyampaikan pidato dalam Paripurna DPRD Riau dalam rangka HUT Riau ke-59
 
Dia juga menyinggung tentang visi Riau 2020 tersebut dan menjadi acuan pembangunan. Sedikit saja terjadi persoalan dunia akan sangat berdampak bagi Riau. Dalam kancah MEA, daya saing Riau jauh tertinggal, yakni pada urutan ke-16 di seluruh Indonesia. 
 
Meningkatkan produktifitas daya saing rakyat butuh tenaga dan pemikiran banyak agar bisa terwujud agar bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah juga harus kreatif melakukan pengembangan, mengingat Riau tidak bisa bergantung pada sektor Migas dan sawit. 
 
Gubri menyadari masih ada banyak upaya yang dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Riau dalam koridor Asia Tenggara. Salah satunya fungsi optimalisasi kinerja pemerintah harus dioptimalkan. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Riau melalui bidang profesinya masing-masing. 

Dijelaskannya, bagi kalangan pengusaha diminta untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.



Pawai Budaya Melayu

Dalam peringatan HUT Riau ke-59 ini, beberapa rangkaian kgiatan juga ditaja panitia, salah satunya Pawai Budaya Melayu yang juga mendatangkan kawanan gajah ditengah kota Pekanbaru. Sebanyak empat ekor gajah Sumatera jinak beserta pawangmenjadi daya tarik tersendiri dalam pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-59 Provinsi Riau ini.

Aksi gajah tersebut menjadi penutup rangkaian pawai budaya Melayu yang diselenggarakan pemerintah setempat. Gubernur Riau yang menghadiri kegiatan tersebut bahkan sempat mengalungkan karangan bunga ke salah satu gajah itu.

Masyarakat yang menghadiri rangkaian kegiatan pawai budaya melayu mengaku takjub karena berkesempatan melihat gajah secara langsung. "Terlebih lagi melihat empat ekor gajah yang masuk ke tengah Kota Pekanbaru," kata salah seorang warga yang menyaksikan.


Atraksi kawanan gajah saat Pawai Budaya Melayu dalam rangka memeriahkan HUT Riau ke-59.

Dalam kegiatan pawai budaya melayu itu, panitia melibatkan ribuan masyarakat perwakilan 12 kabupaten dan kota serta instansi untuk menampilkan kesenian, budaya dan unggulan masing-masing perwakilan.

Selain dihadiri langsung oleh Gubernur dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, turut terlihat perwakilan dari Konsulat Malaysia yang berada di Pekanbaru.

"Pelaksanaan Pawai Budaya Melayu ini diharapkan dapat mengenalkan kekayaan budaya Riau ke masyarakat," kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya.

Pelaksanaan parade budaya Melayu diawali dengan penampilan Marching Band dari ratusan siswa-siswi Pekanbaru, Bengkalis dan Dumai. Musik yang mereka mainkan merupakan lagu tradisional Riau seperti Lancang Kuning dan lagu Zapin Melayu.

Jelas terlihat masyarakat yang memadati lokasi pelaksanaan Pawai Budaya Melayu dan pejabat mengagumi aksi siswa-siswi dalam memainkan alat musik tersebut. Bahkan, perwakilan dari Konsulat Malaysia terlihat tidak hentinya mengabadikan momen tersebut.

Setelah aksi marching band selesai, Pawai Budaya Melayu dilanjutkan dengan parade mobil hias dan kesenian tradisional masyarakat dari 12 kabupaten dan kota se-Riau.

Kabupaten Bengkalis memiliki kesempatan pertama untuk menampilkan aksi kesenian dan budaya tradisional. Dengan mengusung sebuah replika Kapal Lancang Kuning berukuran cukup besar yang didukung dengan musik Kompang (alat musik tradisional melayu), perwakilan Bengkalis berhasil menghipnotis masyarakat yang menyaksikan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh perwakilan dari Rokan Hilir. Mereka terlihat turut menampilkan replika kapal tradisional yang biasa digunakan nelayan setempat. Selain itu, perwakilan Rokan Hilir juga menampilkan ritual tolak bala, sebuah ritual yang biasa dilakukan untuk menghindari dari hal-hal buruk.

Penampilan dari Pelalawan, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Dumai, Pekanbaru, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Meranti, Siak, dan sejumlah instansi lainnya tidak kalah menarik dengan menampilkan kesenian daerah masing-masing.

Gubernur mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan lagi pada tahun mendatang dengan konsep yang lebih semarak lagi. 

Rangkaian acara memeriahkan HUT Riau ke-59 ini akhirnya ditutup dengan penamoilan Penyayi Pop Melayu Iyeth Bustami di depan ribuan warga Pekanbaru yang memadati Lapangan Paripurna MTQ dalam acara puncak HUT Provinsi Riau ke-59 yang jatuh pada 9 Agustus 2016.

Pantauan di lokasi, penyanyi Pop Melayu berumur 42 tahun itu menyanyikan bebeapa tembangnya, antara lain: Laksamana Raja di Laut dan Zapin dan lainnya.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan acara HUT tahun ini digelar lebih meriah. Karena dia tidak ingin masyarakat lupa dengan hari ulang tahun Bumi Melayu itu. "Saya mengajak masyarakat untuk turut serta menyemarakkan HUT Provinsi ini," pungkas Gubri di sela Puncak Acara HUT Riau.(advertorial)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved