Selasa, 12/11/2019  
Siswa Disebut Kerap Tak Belajar, Plt Sekda Kuansing Kunjungi SMPN 6 Pangkalan Indarung

Advetorial Kuantan Singingi - - Rabu, 20/09/2017 - 21:23:10 WIB

TELUK KUANTAN,situsriau. com – Menindaklanjuti pemberitaan di salah satu media massa beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa pelajar di SMPN 6 Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, sering tidak belajar akibat tidak hadirnya sejumlah guru kelas ke sekolah tersebut, Rabu (20/9/17) siang, Plt Sekda Kuantan Singingi, Muharlius berkunjung ke sekolah tersebut.

Muharlius datang bersama Inspektur Hernalis, Kadis Pendidikan Jupirman, Kabag Pembangunan Andriyama Putra dan Kasubbag Peliputan, Dokumentasi dan Publikasi Dasmuri Putra. Kedatangan Plt Sekda bersama rombongan di SMPN 6 Pangkalan Indarung ini disambut antusias oleh para guru dan siswa.

Dari pengamatan langsung di lapangan, kondisi SMPN 6 Pangkalan Indarung ini sangat baik dan rapi. Jumlah ruang belajar ada 4 kelas ditambah 1 ruang majelis guru dan 1 lagi ruang kepala sekolah. Salahsatu kekurangan yang dimiliki sekolah tersebut hanya belum memiliki laboraturium IPA dan ruang perpustakaan.

Di hadapan para majelis guru, ketua komite sekolah, kepala desa, sekretaris desa dan seluruh siswa-siswi, Muharlius menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan yang diberikan. Pada pertemuan itu Muharlius menanyakan secara langsung kepada majelis guru dan siswa alasan kenapa siswa bisa sampai tidak belajar padahal jumlah guru tersedia sebanyak 14 orang.

Dihadapan Muharlius, para guru menyampaikan aspirasi bahwa dari 14 jumlah guru yang ada, hanya 1 orang berstatus PNS yakni kepala sekolah Indra Gunawan. Kemudian ada 1 orang lagi guru dengan status guru kontrak daerah Provinsi Riau. Selebihnya mereka merupakan guru komite dimana sebelumnya juga merupakan guru kontrak daerah. Namun, karena seluruh pegawai kontrak di Kuansing dirumahkan mereka juga ikut dirumahkan, namun tetap bekerja sebagai guru komite di sekolah itu.

Dengan status guru komite sekolah tersebut ditambah domisili sebagian guru bertempat tinggal di ibu kota kecamatan Muara Lembu, kondisi ini menyebabkan kurang maksimalnya proses belajar mengajar di sekolah itu. 

Mengatasi persoalan ini, Muharlius menjelaskan, penyebab terlambat penerimaan pegawai honorer kontrak daerah di Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2017 dikarenakan kepala daerah baik gubernur/bupati/walikota tidak dibenarkan mengangkat pegawai honorer. Sementara anggaran untuk pembayaran gaji pegawai honorer tersebut berada di rekening sekretariat daerah.

Namun, menurut ketentuan bilamana dinas/instansi sangat memerlukan tambahan pegawai honorer karena kebutuhan bisa menerima pegawai kontrak. 

“Jadi nanti seluruh pegawai kontrak daerah jika sangat dibutuhkan yang menerimanya adalah pimpinan OPD masing-masing. Begitu juga karena anggaran gaji pegawai kontrak daerah tahun 2017 telah teranggarkan di Sekretariat Daerah pada APBD Perubahan ini seluruh dana gaji tersebut akan diserahkan ke DPA masing-masing OPD,” terang Muharlius seraya mengatakan mudah mudahan dalam kurun waktu dekat ini pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Kuantan Singingi selesai pembahasannya di DPRD.

Saat pertemua bersama kepala sekolah, majelis guru dan siswa SMPN 6 Pangkalan Indarung itu, Muharlius juga langsung melakukan pengecekan kehadiran terhadap seluruh guru-guru di sekolah tersebut. Dari sejumlah guru yang tidak hadir diketahui karena keberadaan tempat tinggal mereka jauh dari lokasi sekolah yaitu di ibu kota kecamatan Muara Lembu. Disamping itu, sebagaian dari guru-guru tersebut ada yang sakit.(Uta)
    

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved