Jum'at, 25 09 2020  
Politik / Survei DPP Golkar: Harris Paling Diinginkan Jadi Gubri
Survei DPP Golkar: Harris Paling Diinginkan Jadi Gubri

Politik - - Senin, 07/08/2017 - 11:29:36 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) merilis hasil survei kecenderungan pemilih di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau 2018. Hasilnya, Bupati Pelalawan, Muhammad Harris, menjadi tokoh paling diinginkan sebagai Gubernur Riau 2019-2024.

Wakil Sekjen Pemenangan Sumatera II DPP Partai Golkar, Sudirman Almon, mengatakan survei itu dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) atas permintaan DPP Partai Golkar. Dia memastikan hasil survei itu berkontribusi besar bagi DPP Partai Golkar dalam memilih calon gubernur di Pilkada Riau 2018.

"Hasil survei yang ada ini sudah menggambarkan. Survei ini bukan karangan, karena diambil dari pemilih di Riau," kata Sudirman, akhir pekan lalu.

Dari responden yang dipilih secara acak oleh LSI, lanjut Sudirman, Harris ternyata dipilih oleh 13,2 persen responden untuk memimpin Provinsi Riau lima tahun ke depan. Di bawah Harris, ada Lukman Edy. Anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dipilih 12,1 persen responden.

Sedangkan, Arsyadjuliandi Rachman yang merupakan Gubernur Riau dan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau itu hanya dipilih oleh 10,8 persen responden. Achmad (mantan Bupati Rohul) dan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau dipilih 10,6 persen responden. Posisi juru kunci jatuh pada Bupati Siak, Syamsuar, yang juga politisi Partai Golkar dengan 8,4 persen responden. "Sedangkan responden yang belum memutuskan pilihannya cukup besar, 44,9 persen," tutur Sudirman.

LSI lalu mengkerucutkan calon menjadi empat orang dengan membuang Achmad. Hasilnya tetap tidak berubah. Harris tetap terunggul dengan 14,5 persen. Disusul Lukman Edy (12,4 persen), Arsyadjuliandi Rachman (11,4 persen), dan Syamsuar (11,3) persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan 50,4 persen.

Langkah selanjutnya, LSI mengambil tiga calon dengan membuang Lukman Edy. Hasilnya pun tidak berubah. Harris tidak tergoyahkan dengan raihan 16,8 persen. Sedangkan Arsyadjuliandi Rachman naik ke posisi kedua menggantikan Lukman Edy dengan raihan 12,9 persen. Lalu, Syamsuar dengan 12,5 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan 57 persen.

Walau begitu, Sudirman menyebut hasil survei LSI itu belum final. Pasalnya, tidak ada calon yang dominan atau meraih dukungan di atas 50 persen. "Dari hasil survei belum ada yang dominan. Jadi, ini belum final," katanya.

Hanya saja, Sudirman mengingatkan bahwa hasil survei itu menjadi catatan bagi Arsyadjuliandi. "Sebagai incumbent mestinya dia memiliki kesempatan yang paling besar," tukasnya. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved