Rabu, 27 Maret 2019  
Ekeubis / Pembebasan Lahan Tol Pekanbaru-Dumai Capai 77 Persen
Pembebasan Lahan Tol Pekanbaru-Dumai Capai 77 Persen

Ekeubis - - Kamis, 10/01/2019 - 16:30:01 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai di Riau sudah mencapai sekitar 77,1 persen hingga Desember 2018. Pembebasan lahan sulit dilakukan karena terganjal status kawasan hutan dan konsesi perusahaan minyak perusahaan asing.   

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Rabu (9/1). "Proyek strategis nasional berupa jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau hingga Desember 2018 pembebasan lahan sudah mencapai sekitar 77,1 persen," katanya di Pekanbaru.   

Dijelaskan, pembangunan proyek jalan tol tersebut dibagi menjadi enam seksi. Pembebasan lahan pada seksi 1 di daerah Pekanbaru-Minas sudah mencapai 93,6 persen yang merupakan pencapaian tertinggi. Pembebasan lahan pencapaian paling rendah di seksi 5 di daerah Duri, Kabupaten Bengkalis yakni sebesar 61,1 persen.   

Sementara itu, progres konstruksi pembangunan hingga Desember 2018 baru mencapai 35,4 persen. Nilai kontrak untuk pembangunan fisik pada enam seksi jalan tol tersebut mencapai Rp11,79 miliar. Namun, baru bisa direalisasikan sekitar Rp4,17 miliar.   

Pencapaian konstruksi jalan tol paling tinggi mencapai 53,4 persen ada di seksi 1. Sedangkan lima seksi lainnya masih di bawah 50 persen. Progres pembangunan paling rendah ada di seksi 4 dan 5 yang masing-masing baru mencapai 29,1 persen dan 21 persen.
  
Proyek jalan Tol Pekanbaru-Dumai sudah lama diimpikan oleh warga Riau, dan mulai direncakanan sebagai proyek nasional pada era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Namun, saat itu rencana itu sulit direalisasikan karena Riau belum memiliki rencana tata ruang dan wilayah provinsi (RTRWP) yang pasti.    

Pembebasan lahan sulit dilakukan karena terganjal status kawasan hutan dan konsesi perusahaan minyak perusahaan asing. Baru pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), proyek Tol Pekanbaru-Dumai benar-benar bisa direalisasikan sebagai bagian dari program strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera.

RTRWP Riau akhirnya rampung dan pembebasan lahan bisa berlangsung meski pada praktiknya masih ada kendala.   
 
Pada 2017 Presiden Jokowi pernah meninjau lokasi pembangunan jalan tol yang dibangun sepanjang 131 kilometer tersebut. Saat itu Presiden menargetkan pembangunan selesai pada 2019. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved