Selasa, 29 09 2020  
Ekeubis / Dipicu Harga Cabai Merah, di Desember 2019 Riau Deflasi 0,16 Persen
Dipicu Harga Cabai Merah, di Desember 2019 Riau Deflasi 0,16 Persen

Ekeubis - - Jumat, 03/01/2020 - 15:54:43 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 139,92 pada penutup tahun atau Desember 2019. Komoditas terbesar yang memicu terjadinya deflasi di Riau adalah cabai merah.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin, di kantornya, Kamis (2/1/19). Katanya, untuk inflasi tahun kalender Januari-Desember 2019 sebesar 2,36 persen dan inflasi year on year (yoy) Desember 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 2,36 persen.

"Dari tiga kota IHK di Riau, ada dua kota mengalami deflasi, yaitu Kota Pekanbaru sebesar 0,22 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,02 persen. Sedangkan Kota Dumai mengalami inflasi sebesar 0,07 persen," ujar Misfaruddin.

Menurut Misfaruddin, deflasi di Riau ini terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 0,91 persen persen, diikuti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 0,05 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,002 persen.

"Ada pun komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau antara lain, cabai merah, ikan serai, cabai hijau, petai, buncis, ikan tongkol, cumi-cumi, daging sapi, cabai rawit, televisi berwarna, dan lain-lain," papar Misfaruddin lagi.

Sementara tiga kelompok tertinggi pemicu inflasi, yakni kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen, disusul kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen.

"Sedangkan komoditas yang memberi andil inflasi antara lain, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, tarif angkutan udara, minyak goreng, daging ayam ras, dan harga mobil," ucapnya.

Dari 23 kota di Pulau Sumatera yang menghitung IHK, tujuh belas kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 1,28 persen, diikuti Kota Tanjung Pandan dan Kota Tanjung Pinang masing-masing sebesar 1,17 persen, dan Kota Lhokseumawe sebesar 0,60 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Padang dan Kota Dumai masing-masing sebesar 0,07 persen. (sr5, mr)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved