Minggu, 22 Oktober 2017  
Iptek / Kualitas Terbaik Dunia, Kemenristekdikti Kembangkan Inovasi Minyak Nilam di Aceh
Kualitas Terbaik Dunia, Kemenristekdikti Kembangkan Inovasi Minyak Nilam di Aceh

Iptek - - Sabtu, 07/10/2017 - 19:10:59 WIB

JAKARTA,situsriau. com -  Bupati Aceh Jaya Drs Teuku Irvan TB dan tim berkunjung Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Kamis (5/10/17) kemarin.

Kunjungan itu menindaklanjuti program Klaster Inovasi Daerah Minyak Nilam yang sudah masuk tahap implementasi pengembangan klaster inovasi.

Pendampingan implementasi oleh Tim Ditjen Penguatan Inovasi – Kemenristekdikti. 

Dr. Wihatmoko Waskitoaji, Ka.Sub.Dit. Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi, sebagai tim pendamping  Klaster Inovasi Nilam Aceh pada kesempatan tersebut menjelaskan  paradigma Inovasi yang dimiliki oleh Ditjen  PI beserta berbagai program yang ada. 

Termasuk instrumen kebijakan yang dimiliki diantaranya seperti Inovasi Industri, PPBT/CPPBT dan klaster Inovasi daerah. 

Bupati Aceh Jaya mengatakan sangat berterimakasih dengan adanya program unggulan nilam ini karena sangat membantu para petani nilam yang sudah ada sejak lama, sehingga minyak nilam ini bisa bangkit kembali menjadi pilar kekuatan ekonomi bagi para petani nilam. 

Beliau juga akan mendukung dan menindaklanjuti dengan pengalokasian lahan dan program yang sesuai.

Pada pertemuan tersebut hadir juga B Marthunis, Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Prov. Aceh, beliau menguraikan program Provinsi Aceh terkait klaster ini. 

Hadir juga Dr. Syaifulloh Direktur Atsiri Research Center - Unsyiah, Hanief Ka.Sub.Dit. Industri Bahan Baku dan Material Maju Utama Kajo dari DRN.

Dalam penjelasannya Dr. Syaifulloh mengatakan bahwa Nilam Aceh (Pogostemon Cablin, Benth) adalah salah satu dari sembilan komoditi unggulan Aceh.

Nilam Aceh merupakan nilam terbaik dunia yang memiliki kandungan Patchouli Alkohol (PA) di atas 30%. Indonesia merupakan pemasok 90% kebutuhan minyak nilam dunia dan 70% diantaranya pernah berasal dari Aceh. Hingga saat ini minyak nilam Aceh sangat dibutuhkan sebagai bahan blending minyak nilam Indonesia dari daerah lainnya. 

Hanief menjelaskan tentang program inovasi industri dan rencana kunjungan Menteri ke Aceh Jaya dalam rangka penyerahan ketel penyuling minyak hasil inovasi ARC - Unsyiah kepada koperasi KINA Aceh.

Sedangkan Utama banyak memberikan masukan program pada klaster tersebut agar nantinya dapat menjadi cikal bakal berdirinya STP nilam. Demikiab rilis dari Direktorat Sistem Inovasi Kemenristekdikti. (Rls)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved