Selasa, 12/11/2019  
Iptek / Peneliti ITB Prediksi Puncak dan Akhir Pandemi Virus Corona di Indonesia
Peneliti ITB Prediksi Puncak dan Akhir Pandemi Virus Corona di Indonesia

Iptek - - Jumat, 20/03/2020 - 15:24:35 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Pendemi virus corona (Covid-19) telah merebak ke berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona telah mencapai 227 orang.

Pemerintah sendiri telah mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sekolah-sekolah di sejumlah daerah terdampak telah diliburkan, dan beberapa instansi pemerintahan juga telah memberlakukan kerja dari rumah alias work from home (WFH). Lantas, sampai kapan pandemi ini akan berlangsung?

Para peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pun melakukan serangkaian penelitian untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Lektor Kepala di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Dr. Nuning Nuraini, dan rekannya melakukan penelitian dengan menggunakan metode matematika, yakni pengembangan dari model logistik Richard’s Curve yang diperkenalkan oleh F.J.Richards.

Dalam penelitian tersebut, mereka menghitung parameter kasus Covid-19 di 5 negara yang paling parah mengalami pandemi, yakni China, Italia, Iran, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Setelah dibangun model untuk 5 negara, parameter yang diperoleh digunakan untuk mensimulasi ekspektasi jumlah kasus Covid-19 di Indonesia melalui pendekatan Kurva Richard. 

Para peneliti mengambil model di Korea Selatan untuk melakukan proyeksi kasus di Indonesia lantaran tren di 2 negara ini relatif sama.

Berdasarkan data yang digunakan, Indonesia menyatakan kasus awal corona pada 2 Maret 2020 dengan jumlah pasien 2 orang. Jumlah ini tidak bertambah hingga 7 Maret 2020. Oleh sebab itu, dilakukan simulasi dengan nilai awal 2 orang penderita dan waktu awal simulasi pada 7 Maret 2020.

Dari hasil simulasi tersebut, peneliti melakukan perhitungan kasar dan sederhana proyeksi kasus di Indonesia dengan menggunakan parameter tersebut. Hasilnya, kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi akan memuncak pada akhir Maret 2020 sedangkan pandemi diperkirakan akan berakhir di pertengahan April 2020. Jumlah maksimum diprediksi kurang dari 8 ribu kasus dengan kasus baru harian terbesar diperkirakan mencapai 600 kasus.

Namun, para peneliti menjelaskan bahwa prediksi ini masih bersifat sederhana dan butuh penelitian lebih lanjut. "Kami tidak tahu jumlah kasus yang sebenarnya, tetapi yang jelas kasus yang terjadi jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan," tutur peneliti dilansir Kumparan.com.

Sementara itu, cara sederhana yang dinilai peneliti dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ledakan kasus corona di Indonesia adalah menjaga jarak sosial alias social distancing. Masyarakat dapat beralih melakukan pekerjaan hingga belajar secara online, serta membatalkan atau menunda rekreasi dan kegiatan lain yang bersifat massal.(sr5, kc)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved