Senin, 19 08 2019  
Kesehatan / Sederetan Efek Perayaan Imlek bagi Kesehatan, harus Tahu!
Sederetan Efek Perayaan Imlek bagi Kesehatan, harus Tahu!

Kesehatan - - Kamis, 07/02/2019 - 07:58:33 WIB

Situsriau.com - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan makan besar dengan keluarga. Tak jarang, menu yang disajikan penuh dengan lemak dan karbohidrat.

Momen Imlek adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu keturunan Tionghoa. Di momen itu, mereka menghaturkan syukur dan doa terbaik untuk tahun yang baru. Makanya, dengan mengonsumsi banyak makanan, diharapkan akan memperbanyak rezeki yang akan diterima.

Makanan yang dikonsumsi biasanya mie, daging babi atau sapi, beberapa makanan manis seperti kue keranjang dan manisan yang kaya akan gula. Jenis makanan seperti ini jika tidak dikontrol akan memberi dampak kesehatan yang kurang baik.

Seperti yang dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, makanan yang tak bisa ketinggalan di meja makan saat perayaan Imlek adalah seafood. Padahal, makanan ini kaya akan purin dan kolesterol. Selain itu, ada makanan tinggi lemak dan makanan gurih dan asin karena tambahan penyedap khususnya Monosodium Glutamat (MSG).

"MSG dan makanan tinggi garam harus dihindari bagi masyarakat yang mempunyai masalah dengan tekanan darahnya.," tegasnya pada Okezone, Rabu (6/2/19).

Secara umum kue yang menjadi favorit dalam pesta-pesta tahun baru umumnya kue-kue yang mengandung coklat dan keju yang berlebihan. Walau sebenarnya kue yang populer dalam perayaan Imlek adalah kue keranjang yang sebagian besar mengandung tepung beras dan gula Jawa.

"Saya kebetulan tinggal di perumahan yang 95 % orang Tionghoa dan melihat mereka yang kebetulan tidak keluar kota lebih memilih untuk makan di luar rumah seperti di restoran-restoran dan food court di Mall sekitar kompleks.

Kondisi makan dengan tinggi lemak, tinggi kolesterol, dan tinggi purin serta asin-asin jelas merupakan makanan yang tidak sehat khususnya bagi Anda yang sudah mempunyai masalah berupa kolesterol tinggi, kadar asam urat yang tinggi, obesitas, hipertensi, penyakit Diabetes Melitus atau kelompok masyarakat dengan riwayat keluarga dengan kondisi-kondisi yang sebutkan tadi," papar dr Ari.

Dia melanjutkan, kita juga harus maklum, obesitas, dan penyakit kencing manis membuat seseorang berisiko tinggi untuk terkena kanker. Bagaimana pun, pesta Imlek tentu harus dilakukan dan penting untuk Anda yang merayakan agar tetap memerhatikan hal-hal berikut ini supaya risiko masalah kesehatan bisa diminimalisir.

Dokter Ari menyarankan agar Anda tetap memerhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi, jangan lupa sekarang perbanyak sayur mayur dan buah-buahan. "Ini pesan tidak pernah ketinggalan, buah dan sayur itu akan membuat lambung Anda cepat penuh dan ini yang membuat perut Anda terasa penuh dan akhirnya kontrol makanan bisa dilakukan," ujarnya.

Selain itu, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi asupan gula dan kolesterol di usus halus, memperlancar buang air besar atau BAB di mana banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak cenderung membuat Anda sulit BAB. Tidak lupa untuk banyak minum dan tetap berolahraga.

"Mudah-mudahan kita semua tetap sehat. Ingat, punya uang bukan berarti selalu ingin makan enak, uang akan menjadi tidak berarti kalau kita tidak sehat, karena akan begitu banyak pantangan kalau kita mempunyai berbagai permasalahan. Pesta juga tidak selalu penuh dengan makan enak, karena makna pesta adalah berkumpul dan saling bertemu," tambah dr Ari.(sr5, oz)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved